fbpx

Di hari kedua pada tanggal 21 Januari, mahasiswa memiliki kegiatan lagi di Nihon University, kegiatan pertama yang dilakukan adalah Chemical Engineering dengan Prof. Katoh yang dibantu dengan 7 mahasiswa pendamping. Mahasiswa memperlajari mengenai cahaya, bagaimana warna-warna yang kita lihat dapat terbentuk dengan cahaya. Lalu dilanjutkan dengan makan siang dengan para mahasiswa pendamping di Nihon University. Setelah itu, dilanjut dengan kegiatan di Laboratorium Sipil Nihon University yaitu dengan menghitung periode suatu gedung jika terkena gempa. Kemudian mahasiswa mencoba alat uji gempa (shaking table) yang membuat kami merasakan kekuatan gempa di Fukushima dan Kobe.

Di hari ke-3, di Nihon University mahasiswa langsung diarahkan oleh prof buntara ke lab robotic engineering, disana kami mencoba, robot sederhana, cara kerja dari robot tersebut berupa memindahkan suatu barang ke tempat lain dengan menggunakan controller pada tab, menggunakan applikasi untuk mengontroll atau mengarahkan robot tersebut. Aplikasi tersebut dibuat oleh mahasiswa nihon. Lalu lanjut dengan diberikan miniatur kuda untuk dirangkai, kegiatan berlangsung sangat seru dan serius pada saat merakit miniatur kuda.

Salah satu tujuan adanya program ini adalah agar mahasiswa dapat mempelajari kemajuan ilmu dan teknologi yang ada di Jepang, mengingat Jepang adalah Negara yang terkenal akan kemajuan teknologinya.

“Kami sebagai praktisi tentunya sangat mahir dalam penerapan teknologi dilapangan. Universitas Bakrie mempunyai tenaga pengajar dan peneliti yang sangat maju dalam teori, penelitian, teknologi serta penemuan baru. Hubungan antara Bakrie Group dengan Universitas Bakrie merupakan kerjasama dan kolaborasi yang saling melengkapi.”

Dicky Setiawan

Direktur Utama PT Bakrie Pangripta Loka (BPL)
Testimoni Alumni Teknik Sipil

coming up event