Jakarta, 15 Oktober 2019 – Bertempat di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Universitas Bakrie menggelar wisuda untuk tahun akademik 2018/2019, wisuda ini adalah wisuda ke-9 bagi Universitas Bakrie dan meluluskan 603 mahasiswa, yang terdiri dari yang terdiri dari 46 orang lulusan program studi S2 Manajemen, 133 orang lulusan program studi S1 Manajemen, 84 orang lulusan program studi S1 Akuntansi, 198 orang lulusan program studi S1 Ilmu Komunikasi, 33 orang lulusan program studi S1 Ilmu Politik, 17 orang lulusan program studi S1 Sistem Informasi, 14 orang lulusan program studi S1 Informatika, 21 orang lulusan program studi S1 Teknik Industri, 22 orang lulusan program studi S1 Teknik Sipil, 15 orang lulusan program studi S1 Teknik Lingkungan dan 20 orang lulusan program studi S1 Ilmu dan Teknologi Pangan.

Selengkapnya...

 

Bakrie Tower, 30 Okt 2019
Beasiswa Tangguh merupakan beasiswa yang ditujukan kepada mahasiswa dengan visi menjadi wadah pembentukan generasi emas Indonesia yang Tangguh dan Berkarakter. Pada tahun 2019, Bakrie Amanah meluncurkan program baru dalam bidang pendidikan yakni program Beasiswa Tangguh, program ini diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi dan aktif berorganisasi yang memiliki kendala dalam perekonomian keluarga untuk dapat melanjutkan pendidikannya.

Selengkapnya...

"Indonesia saat ini menduduki peringkat kedua di Asia Tenggara untuk jumlah International Publication, masih kalah dengan Malaysia, targetnya tahun depan menduduki peringkat pertama, tidak hanya dari segi kuantitas namun juga kualitas”,  ujar Prof. Ocky Karna Radjasa, M.Sc., Ph.D. (Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat Ristekdikti) pada acara Seminar Pembekalan Pelaksanaan Penelitian Hibah Risetdikti 2019 di Universitas Bakrie (25/3).

Sementara itu jumlah perolehan dana hibah Universitas Bakrie selama tiga tahun meningkat dengan pesat dimulai dari 453 juta rupiah di tahun 2017 menjadi 2,1 miliar di tahun 2018 dan tahun ini menjadi 3,2 miliar, sebagaimana dikemukakan oleh Rektor Universitas Bakrie Prof. Ir. Sofia W. Alisjahbana M.Sc., Ph.D.

Meski dari segi publikasi internasional menduduki peringkat kedua, namun untuk jumlah paten domestik terdaftar, Indonesia menduduki peringkat satu berdasarkan data yang dilansir oleh World Intellectual Property Organization (WIPO) tahun 2018, tambah Prof. Ocky.

Beberapa program yang dilakukan oleh Ristekdikti untuk meningkatkan jumlah jurnal ilmiah adalah Program Afirmasi Papua, sebagai upaya Ristekdikti untuk pemerataan kualitas pendidikan dan penelitian. Selain itu diberikan kebebasan kepada dosen dalam melakukan penelitian baik itu bentuknya Riset Dasar, Riset Terapan dan Riset Pengembangan, ketua peneliti bisa melibatkan anggota dari berbagai kalangan, baik dari industri, wiraswasta bahkan ibu rumah tangga sekalipun.

Sementara itu Prof. Ocky mengatakan fokus Prioritas Riset Nasional 2020-2024 dari yang tertinggi hingga yang terendah, yaitu di bidang pangan, energi, kesehatan obat, transportasi, produk rekayasa keteknikan, pertahanan dan keamanan, kemaritiman, sosial dan humaniora, seni budaya dan bidang riset lainnya multidisiplin dan lintas sector dan dalam Pemenristekdikti 20/2018 mengatur Ristekdikti bisa menugaskan perguruan tinggi untuk melakukan penelitian yang dianggap urgent atau insidental.

Tahun ini juga, pendanaan hibah yang sifatnya multiyears akan dibayarkan dimuka 100% untuk meningkatkan motivasi peneliti yang harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor Per 15/PB/2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembayaran Anggaran Penelitian Berbasis Standar Biaya Keluaran Sub Keluaran Penelitian.

Jakarta 24 Maret 2019, Communication Creativity in Action (Commcreation) kembali digelar diawal tahun ini untuk berbagi ilmu serta keseruan kepada peserta yang hadir. Commcreation sendiri merupakan core event dari Himpunan Ilmu Komunikasi (HMILKOM-UB) yang  diselenggarakan tiap tahunnya. Event ini selaras dengan metode pembelajaran yang ada di Universitas Bakrie “Experiental Learning” mengusung tema “Communication Change Perception” yang merupakan sebuah pembahasan terkait dengan isu masa kini. Tema yang diangkat ini memiliki arti tentang komunikasi yang dapat merubah persepsi orang dan didukung oleh kemajuan media digital.

Bertempat di Kampus Universitas Bakrie sendiri, Commcretion  memiliki dua sesi acara yakni commaction dan commactive, Pada commaction peserta mendapatkan praktek tentang tiga cabang peminatan yang ada pada Prodi Ilmu Komunikasi yaitu ProClub dari peminatan Corporate Communications (PR & Corpcomm), AdBrand Club dari peminatan Marketing communications(Marcomm), dan Meclub dari peminatan Jurnalisme Multimedia (Jurnalistik).

Acara dibuka dibuka oleh Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Dra. Suharyanti, M.S.M,. yang juga menjelaskan mengenai pembelajaran di Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie serta memperkenalkan club ilmu komunikasi yang dapat menjadi wadah bagi mahasiswa.

Sesi dimulai dari commaction dengan melakukan kegiatan praktek yang dibagi per-zonanya dari ketiga peminatan di Ilmu Komunikasi yakni Marketing Communication menjelaskan mengenai copywriting, Public Relations menjelaskan tentang how to be a good public speaker in a digital era, dan Media Journalist menjelaskan tentang bagaimana menjadi news anchor, presenter, cameramen, dan floor director. Tiap zona peminatan ini dibawakan oleh masing-masing perwakilan club yang ada di Ilmu Komunikasi, peserta diajak untuk berpatisipasi langsung pada praktek ini dengan diberikan beberapa study case yang kemudian dibahas bersama. Tentunya peserta telah dibagi kedalam beberapa kelompok sehingga bisa merasakan semua peminatan. Peserta yang datang baik intenal maupun ekstenal ini sangat menikmati kegiatan yang menarik ini, adapun beberapa anak SMA juga turut hadir dan diharapkan mereka dapat mengenal Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie dengan nyata.

Kemudian dilanjutkan sesi berikut yaitu commactive yang juga menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Fiki Maulani Kursidi sebagai Senior Public Relations Consultant PT. Inter Media Prisma, Rivo Pahlevi sebagai journalist Trans 7, dan Andrey Banyudoyo sebagai founder @tempatbercakap. Masing-masing pembicara menjelaskan bagaimana pekerjaan mereka dalam masa kini dan tantangan yang dihadapi dengan adanya media digital.

Secara keseluruhan kegiatan Commcreation merupakan kegiatan dari bentuk kreatifitas mahasiswa Ilmu Komunikasi khususnya program kerja HMILKOM. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi pihak internal maupun eksternal lingkungan Prodi Ilmu Komunikasi.

coming up event