Program studi teknik lingkungan universitas bakrie melakukn kunjungan di PT. Mercedez Benz Indonesia yang merupakan sebuah perusahaan otomotif asal Jerman yang memproduksi berbagai macam kendaraan seperti mobil, truk, dan bus. Perusahaan ini juga dikenal sebagai perusahaan mobil paling dikenal di dunia dan juga perusahaan mobil tertua di dunia yang bertahan sampai sekarang. PT. Mercedez Benz Indonesia memiliki pabrik perakitan di kawasan industri di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan tim dosen dan mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Bakrie di Training Room PT. Mercedez Benz Indonesia dimulai dengan melakukan persiapan alat peraga dan materi acara, termasuk membagikan buku program yang telah disiapkan oleh Tim Dosen Teknik Lingkungan Universitas Bakrie yang kemudian dibukanya secara resmi acara “Mercedez Benz Peduli Lingkungan” di hadapan para undangan yaitu warga Desa Cicadas dan Desa Waneherang sebanyak 30 orang.

Kunjungan Prodi Teknik Lingkungan ke Desa Cicadas yaitu untuk melihat sumur resapan eksisting sekaligus pemberian edukasi mengenai sumur resapan serta memberikan edukasi mengenai pengolahan sampah rumah tangga dengan metode Takakura dan komposter mandiri melalui presentasi dan praktik langsung di area Training Room.

Detail dari agenda kegiatan yang disiapkan yaitu

Edukasi Sumur Resapan

kondisi sumur resapan masih kurang efektif. Warga mengaku masih saja sering terjadi banjir apabila hujan besar, mengingat daerah Kabupaten Bogor termasuk daerah yang cukup tinggi curah hujannya. menjelaskan secara sederhana kondisi eksisting sumur resapan di Desa Cicadas dan mengaitkan dengan kondisi banjir dan kekeringan yang melanda warga kedua desa tersebut. Selain itu, warga juga diedukasi mengenai desain sederhana sumur resapan yang baik dan efeknya terhadap lingkungan.

 

Edukasi Takakura dan Komposter Mandiri

Warga diajari untuk mencacah kecil sampahnya, kemudian menyusun sampahnya di keranjang Takakura yang sebelumnya telah disiapkan tanah kompos (opsional) di dalamnya dan dilapisi kardus. Kemudian sampah disiram oleh dua macam larutan starter berupa larutan berbasis bakteri fermentasi dengan tambahan gula serta bakteri yang diambil dari sayuran dan buah dengan penambahan garam. Metode ini sangat praktis, terutama untuk diterapkan di rumah. Setelah presentasi di dalam ruangan dan sesi tanya jawab, warga diajak untuk praktik langsung membuat kompos dengan metode Takakura. Warga diajari untuk mencacah kecil sampahnya, kemudian menyusun sampahnya di keranjang Takakura yang sebelumnya telah disiapkan tanah kompos (opsional) di dalamnya dan dilapisi kardus. Kemudian sampah disiram oleh dua macam larutan starter berupa larutan berbasis bakteri fermentasi dengan tambahan gula serta bakteri yang diambil dari sayuran dan buah dengan penambahan garam.

Setelah sesi edukasi selesai, acara ditutup dengan foto bersama, penutupan dari PT. Mercedez Benz Indonesia serta penyerahan souvenir dan makan siang bersama.

 

Bekasi, 18 Oktober 2018 Waste 4 Change bersama dengan Fortuga mengadakan kegiatan AKABIS (Akademi Bijak Sampah) yang berlokasi di TPST (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu) Bantar Gebang, Bekasi. Fortuga sendiri merupakan sebuah perkumpulan alumni ITB angkatan 73 yang turut aktif dalam melakukan kegiatan yang peduli pada lingkungan, salah satunya dengan bekerja sama dengan Waste 4 Change dan mengajak komunitas lain serta mahasiswa yang peduli atau tertaik dengan sampah untuk bergabung dan ikut dalam kegiatan AKABIS tersebut. Para peserta yang ikut dalam acara ini sebelumnya berkumpul di RPF (Rumah Persahabatan Fortuga) sebelum bersama-bersama berangkat menuju ke Bantar Gebang, Bekasi.

Sesampainya di Bantar Gebang, peserta disambut oleh panitia acara untuk berkumpul di ruang rapat dan acarapn dimulai. Kata sambutan diberikan oleh perwakilan dari Fortuga dan Waste 4 Change sekaligus membuka kegiatan tersebut. Sebagai pembukaan peserta diberikan pengenalan mengenai TPST Bantar Gebang. Perserta mendapatkan pengetahuan berupa lokasi landfill yang ada di Bantar Gebang, darimana saja asal sampah-sampah yang masuk ke Bantar Gebang, jumlah truk yang masuk, luas dan ketinggian landfill, dan lain-lain. Setelah pengenalan Bantar Gebang, peserta diajak untuk mengenakan sepatu boots dan masker untuk kemudian bersama melakukaan tour menggunakan mobil untuk mengelilingi kawasan sekitar Bantar Gebang. Selama perjalanan dijelaskan pula mengenai lokasi truk pengangkut sampah melakukan dumping sampah, keberadaan pemulung yang ternyata turut serta dalam membantu mengurangi sampah plastik yang masuk kedalam Bantar Gebang.

Selain tour lapangan di Bantar Gebang, peserta juga diajak untuk melihat tempat pengolahan sampah organik, pengolahan gas metan sebagai bahan bakar ramah lingkungan, dan pemukiman pemulung di sekitar TPST Bantar Gebang. Setelah menyelesaikan tour lapangan, peserta diajak untuk menuju fasilitas yang dimiliki Waste 4 Change. Waste 4 change merupakan suatu komunitas yang bergerak dibidang persampahn. Tidka hanya itu, waste 4 change mempunyi slogan "mengelola sampah secara bertanggung jawab". Pesert diberikam kesempatan untuk mebgunjungi beberapa pengolahan sampah yang terdapat di waste 4 change. Pertama adalah rumah oemulihan material. Tempat ini merupakan tempat untuk pengeloalaan sampah anorganik. Rumah tersebut terdiri dari area Packong, area pencacah, serta adapula bagian area yang khusu menangani helm gojek yang sudah tidak terpakai lagi. Waste 4 change juga memberika fasilitas kepada clientnya berupa kantung sampah yang terbuat dari kain yang ramag lingkungan dan tentunya dapat di pakai kembali. Selesainya peserta mengunjungi serta mempelajari rumah oemulihan material, peserta juga berkesempatan mengujungi rumah kompos. Di rumah kompos ini, sampah organik dikelola untuk dijadikn kompos. Kompos yang ada disini, terdiri dari kompos konvesional, vermi composting, serta pestisida yng terbuat dari mikroorgnisme yang berbahan dasar tempe yang sudah busuk. Setelah itu peserta diberikan materi berupa materi AKABIS yang disampaikan oleh pihak Waste 4 change.

Penyampaian materi AKABIS dilakukan disalah satu fasilitas Waste 4 Change. Disana peserta diberikan pengetahuan lebih dalam lagi mengenai sumber sampah, apa saja dampak yang dapat diakibatkan oleh sampah yang tidak diolah terlebih dahulu, dan cara mengolah sampah tersebut agar tidak menjadi masalah di lingkungan. Kemudian kegiatan AKABIS ini kemudian diakhiri dengan diskusi singkat antar peserta dan pemateri yang membahas tentang pengolahan sampah di sekitar lingkungan masing-masing dan cara terbaik untuk menangani sampah tersebut.

Sebanyak 80 mahasiswa dan Tiga dosen pembimbing Jurusan Teknik Lingkungan, Univ. Bakrie mengunjungi Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian. Kunjungan ini merupakan bagian dari mata kuliah Teknik Lingkungan, Ibu Sirin, MSi, Dosen Univ. Bakrie menjelaskan “Kunjungan ini dimaksudkan agar mahasiswa tahu teknologi pascapanen Terkait dengan Nano Teknologi juga mesin-mesin Terutama yg terkait dengan Nano, yang digunakannya serta bagaimana cara kerjanya”.

Selengkapnya...

Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie mengadakan Field Visit dan Gathering Goes to Pari pada Kamis dan Jumat (10-11/05/18). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Keluarga Mahasiswa Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie (KMTL-UB) bersama Sirin Fairus, STP, MT selaku Ketua Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie dan Diki Surya Irawan, ST., MSi selaku perwakilan dosen.

Selengkapnya...

Keaktifan mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Lingkungan (TLK) Universitas Bakrie (UB) tidak hanya sebatas di ruang lingkup kampus. Mahasiswa juga dapat berpartisipasi dengan Ikatan Mahasiswa Teknik Lingkungan Indonesia (IMTLI), merupakan organisasi yang menghimpun seluruh mahasiswa jurusan TLK yang ada di Indonesia. Ada 6 regional yang tersebar di Indonesia yaitu: Sumatra, Jakarta dan Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan, serta Sulawesi dan Papua.

Selengkapnya...

Sistem pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dengan dengan menggabungkan berbagai disiplin ilmu, sistem yang didesain berdasarkan ilmu yang bisa dipelajari di program studi Teknik Lingkungan, Universitas Bakrie

Sri Bebassari

President of InSWA (Indonesia Solid Waste Association)

coming up event