fbpx

Mengenyam Pendidikan di luar negeri merupakan mimpi semua orang tidak terkecuali Kami, Medinah Nur Khalifah dan Rr. Alifianatifa Anandya Putriahalya, dan Universitas Bakrie mewujudkan mimpi Kami dengan program Sakura Science di Osaka Institute of Technology atau disingkat menjadi OIT. Kegiatan ini belangsung selama 7 hari yaitu

Selengkapnya...

Teknik Lingkungan merupakan cabang ilmu teknik yang menyerupai avatar, karena menguasai 4 elemen utama di bumi, yaitu air, tanah, udara dan api. Awalnya, semua elemen tersebut berjalan beriringan dengan harmoni. Namun, seiring dengan adanya pembangunan oleh manusia, keseimbangan alam perlahan menjadi terganggu dan apabila tidak ditangani dengan tepat dapat menjadi semakin kompleks. Efeknya, terjadi pencemaran lingkungan yang menahun serta perubahan iklim yang berimbas pada berbagai aspek dalam kehidupan. Oleh karena itu, Teknik Lingkungan hadir untuk membantu menyelaraskan hubungan antara pembangunan dan lingkungan melalui inovasi dan pendekatan ilmu rekayasa teknik. Dengan pemecahan masalah melalui ilmu Teknik Lingkungan, pembangunan pun menjadi lebih berkelanjutan dan dampak terhadap lingkungan dapat diminimasi.

Apa saja yang dipelajari di Teknik Lingkungan?
Untuk dapat menciptakan harmoni antara pembangunan dan lingkungan, di Teknik Lingkungan mempelajari mata kuliah yang mencakup 4 kompetensi utama.
Pertama, mampu dan terampil secara teknis dalam memecahkan masalah pengendalian lingkungan melalui perancangan yang menyangkut penyediaan air minum; sistem pembuangan dan pendaur-ulangan limbah cair, padat, dan gas; sistem drainase perkotaan dan desa serta sanitasi lingkungan; pengendalian pencemar dan pengelolaan kualitas air, tanah, dan udara; serta pengendalian dan pengelolaan dampak lingkungan.
Kedua, mampu mengidentifikasi, memformulasi, dan memecahkan masalah dalam sistem pengelolaan lingkungan, yaitu Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Sistem Manajemen Lingkungan (SML) seperti ISO 14001, Sistem Manajemen Kesehatan Keselamatan Kerja (SMK3) seperti OHSAS 18001 atau OHSAS 45001, Produksi Bersih, Sumber Daya Air. Sistem manajemen lingkungan mengacu pada pengelolaan program lingkungan organisasi secara komprehensif, sistematis, terencana dan terdokumentasi. Hal ini mencakup struktur organisasi, perencanaan, dan sumber daya untuk mengembangkan, menerapkan, dan memelihara kebijakan untuk perlindungan lingkungan.
Ketiga, mampu mengidentifikasi dan merancang sistem kesehatan dan keselamatan kerja, juga mampu mengambil keputusan, menentukan dampak serta resiko proses kerja dan produksi terhadap lingkungan, kesehatan dan keselamatan pekerja dan masyarakat.
Keempat, mampu menerapkan prinsip-prinsip dasar manajemen bencana dan memahami situasi tanggap darurat serta infrastruktur pasca bencana, dengan tujuan untuk mengurangi kerugian-kerugian pada saat terjadinya bencana pada masa mendatang, serta mampu melaksanakan strategi mitigasi bencana sebagai serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana meliputi mitigasi, kesiapan, tanggapan, dan penormalan kembali.

Teknik Lingkungan merupakan salah satu bidang ilmu yang paling dibutuhkan di masa depan untuk menjawab tantangan lingkungan yang semakin besar akibat pembangunan dan perubahan iklim. Teknik Lingkungan memiliki penerapan ilmu yang sangat luas, dibuktikan dengan lulusannya yang dapat bekerja dan berkontribusi di berbagai posisi maupun tempat.

Setiap industri yang memproduksi barang ataupun material harus memiliki bagian Health Safety and Environment (HSE) untuk menyusun strategi dan implementasi agar dampak terhadap keselamatan pekerja maupun lingkungan dari proses produksi dapat diminimalkan. Dengan adanya insinyur Teknik Lingkungan di bagian HSE, industri dapat berjalan beriringan dengan lingkungan dalam proses produksi yang lebih berkelanjutan juga membantu industri mencapai excellencymelalui penyusunan dokumen Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) yang dinilai setiap tahun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Insinyur Teknik Lingkungan pun juga mampu berkontribusi terhadap negara dengan bekerja di dalam pemerintahan. Insinyur Teknik Lingkungan dapat berkarir sebagai regulator kebijakan lingkungan di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Provinsi dan Kabupaten, juga di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Apabila ingin berkarir di kancah internasional, insinyur Teknik Lingkungan sangat terbuka peluangnya untuk bekerja di United Nations (Persatuan Bangsa Bangsa) seperti United Nations of Industrial Organization (UNIDO) dan United Nations of Environmental Programme (UNEP), juga di Lembaga dan Non-Government Organization (NGO) Internasional seperti SNV Indonesia, Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA), Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene (IUWASH).

Insinyur Teknik Lingkungan juga dapat berkarir secara independen menjadi konsultan lingkungan yang sangat bervariasi sub-bidangnya. Setiap daerah, dari tingkat kecamatan sampai provinsi diwajibkan untuk memiliki rencana pembangunan infrastruktur kota (Masterplan), terutama infrastruktur yang berhubungan dengan sanitasi dan lingkungan. Oleh karena itu, insinyur Teknik Lingkungan dapat bekerja sebagai konsultan desain dan perencanaan infrastruktur lingkungan perkotaan seperti perancangan drainase, air minum, air buangan, sampah dan udara.

Selain itu, setiap pembangunan baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun industri yang bertujuan untuk merubah rona lingkungan hidup secara signifikan dan memiliki dampak negatif penting harus memiliki dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Insinyur Teknik Lingkungan disiapkan untuk bekerja sebagai konsultan penyusun AMDAL, ISO 14001 dan OHSAS 18001/45001 karena penyusunan dokumen AMDAL merupakan salah satu kompetensi utama insinyur Teknik Lingkungan, selain penyusunan dokumen Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001) dan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (OHSAS 18001/45001) yang sertifikasinya sangat dibutuhkan oleh industri untuk menjadi terdepan di bidangnya. Insinyur Teknik Lingkungan pun dapat berkontribusi sebagai konsultan energi dan produksi bersih karena saat ini topik efisiensi energi (energy efficiency), energi terbarukan (renewable energy) dan produksi bersih (clean/green production) menjadi fokus baru di industri.

Insinyur Teknik Lingkungan juga dapat bekerja sebagai konsultan manajemen bencana yang bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga internasional. Di Indonesia sebagai negara kepulauan yang terletak di antara tiga lempeng tektonik merupakan daerah yang sangat rentan terjadi berbagai bencana, selain juga salah satu efek dari perubahan iklim. Dengan adanya insinyur Teknik Lingkungan, dapat dirancang strategi mitigasi dan penanganan setelah bencana yang tepat sasaran agar dapat mengurangi dampak bencana terhadap manusia dan lingkungan.

Wirausaha berbasis teknologi juga menjadi salah satu peluang karir insinyur Teknik Lingkungan. Dengan berbekal dasar kewirausahaan dan ilmu rekayasa lingkungan, insinyur Teknik Lingkungan berpotensi untuk mendirikan biro konsultan pengelolaan lingkungan, merancang dan memasarkan unit pengendali pencemaran lingkungannya, serta membuat aplikasi ataupun otomasi sistem yang dapat diimplementasi di berbagai instalasi pengolahan lingkungan.

Terakhir, insinyur Teknik Lingkungan melalui pendidikan berbasis problem solving based learningdi bangku kuliah disiapkan untuk mampu menjadi peneliti dan akademisi yang baik di bidang Teknik Lingkungan di Institusi Penelitian dan Universitas. Melalui penelitian dan pengajaran, keilmuan Teknik Lingkungan dikaji lebih mendalam dan diaplikasikan di lapangan melalui pengabdian masyarakat dan implementasi di industri terkait.

Salah satu dosen Prodi TLK, Ibu Deffi Ayu Puspitosari, Ph.D, kembali menorehkan prestasi. Pada tanggal  14-16 Mei 2013 lalu, beliau diundang sebagai salah satu perwakilan Indonesia pada acara 2013 Economy and Enviromental Program for Southeast Asia (EEPSEA) Annual Conference di Penang, Malaysia. Selain beliau, terdapat empat orang perwakilan dari Indonesia.

Selengkapnya...

Sistem pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dengan dengan menggabungkan berbagai disiplin ilmu, sistem yang didesain berdasarkan ilmu yang bisa dipelajari di program studi Teknik Lingkungan, Universitas Bakrie

Sri Bebassari

President of InSWA (Indonesia Solid Waste Association)

coming up event