Teknik Lingkungan merupakan salah satu bidang ilmu yang paling dibutuhkan di masa depan untuk menjawab tantangan lingkungan yang semakin besar akibat pembangunan dan perubahan iklim. Teknik Lingkungan memiliki penerapan ilmu yang sangat luas, dibuktikan dengan lulusannya yang dapat bekerja dan berkontribusi di berbagai posisi maupun tempat.

Setiap industri yang memproduksi barang ataupun material harus memiliki bagian Health Safety and Environment (HSE) untuk menyusun strategi dan implementasi agar dampak terhadap keselamatan pekerja maupun lingkungan dari proses produksi dapat diminimalkan. Dengan adanya insinyur Teknik Lingkungan di bagian HSE, industri dapat berjalan beriringan dengan lingkungan dalam proses produksi yang lebih berkelanjutan juga membantu industri mencapai excellencymelalui penyusunan dokumen Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) yang dinilai setiap tahun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Insinyur Teknik Lingkungan pun juga mampu berkontribusi terhadap negara dengan bekerja di dalam pemerintahan. Insinyur Teknik Lingkungan dapat berkarir sebagai regulator kebijakan lingkungan di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) di Provinsi dan Kabupaten, juga di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Apabila ingin berkarir di kancah internasional, insinyur Teknik Lingkungan sangat terbuka peluangnya untuk bekerja di United Nations (Persatuan Bangsa Bangsa) seperti United Nations of Industrial Organization (UNIDO) dan United Nations of Environmental Programme (UNEP), juga di Lembaga dan Non-Government Organization (NGO) Internasional seperti SNV Indonesia, Badan Kerjasama Internasional Jepang (JICA), Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene (IUWASH).

Insinyur Teknik Lingkungan juga dapat berkarir secara independen menjadi konsultan lingkungan yang sangat bervariasi sub-bidangnya. Setiap daerah, dari tingkat kecamatan sampai provinsi diwajibkan untuk memiliki rencana pembangunan infrastruktur kota (Masterplan), terutama infrastruktur yang berhubungan dengan sanitasi dan lingkungan. Oleh karena itu, insinyur Teknik Lingkungan dapat bekerja sebagai konsultan desain dan perencanaan infrastruktur lingkungan perkotaan seperti perancangan drainase, air minum, air buangan, sampah dan udara.

Selain itu, setiap pembangunan baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun industri yang bertujuan untuk merubah rona lingkungan hidup secara signifikan dan memiliki dampak negatif penting harus memiliki dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Insinyur Teknik Lingkungan disiapkan untuk bekerja sebagai konsultan penyusun AMDAL, ISO 14001 dan OHSAS 18001/45001 karena penyusunan dokumen AMDAL merupakan salah satu kompetensi utama insinyur Teknik Lingkungan, selain penyusunan dokumen Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001) dan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (OHSAS 18001/45001) yang sertifikasinya sangat dibutuhkan oleh industri untuk menjadi terdepan di bidangnya. Insinyur Teknik Lingkungan pun dapat berkontribusi sebagai konsultan energi dan produksi bersih karena saat ini topik efisiensi energi (energy efficiency), energi terbarukan (renewable energy) dan produksi bersih (clean/green production) menjadi fokus baru di industri.

Insinyur Teknik Lingkungan juga dapat bekerja sebagai konsultan manajemen bencana yang bekerja sama dengan pemerintah dan lembaga internasional. Di Indonesia sebagai negara kepulauan yang terletak di antara tiga lempeng tektonik merupakan daerah yang sangat rentan terjadi berbagai bencana, selain juga salah satu efek dari perubahan iklim. Dengan adanya insinyur Teknik Lingkungan, dapat dirancang strategi mitigasi dan penanganan setelah bencana yang tepat sasaran agar dapat mengurangi dampak bencana terhadap manusia dan lingkungan.

Wirausaha berbasis teknologi juga menjadi salah satu peluang karir insinyur Teknik Lingkungan. Dengan berbekal dasar kewirausahaan dan ilmu rekayasa lingkungan, insinyur Teknik Lingkungan berpotensi untuk mendirikan biro konsultan pengelolaan lingkungan, merancang dan memasarkan unit pengendali pencemaran lingkungannya, serta membuat aplikasi ataupun otomasi sistem yang dapat diimplementasi di berbagai instalasi pengolahan lingkungan.

Terakhir, insinyur Teknik Lingkungan melalui pendidikan berbasis problem solving based learningdi bangku kuliah disiapkan untuk mampu menjadi peneliti dan akademisi yang baik di bidang Teknik Lingkungan di Institusi Penelitian dan Universitas. Melalui penelitian dan pengajaran, keilmuan Teknik Lingkungan dikaji lebih mendalam dan diaplikasikan di lapangan melalui pengabdian masyarakat dan implementasi di industri terkait.

Sistem pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dengan dengan menggabungkan berbagai disiplin ilmu, sistem yang didesain berdasarkan ilmu yang bisa dipelajari di program studi Teknik Lingkungan, Universitas Bakrie

Sri Bebassari

President of InSWA (Indonesia Solid Waste Association)

coming up event