Program Studi Ilmu Politik menngadakan Guest Lecture bertema “Pasar Rakyat dalam Kehidupan Kota: Dilema di Era Milenial bersama Ir. Arief Nasrudin selaku Direktur Utama Perunda Pasar Jaya. Guest Lecture dihadiri mahasiswa Ilmu Politik baik peminatan Hubungan International dan Public Policy.

Melihat pertumbuhan dan pergerakan pasar rakyat atau pasar tradisional dari dulu sampai di zaman sekarang sangat tumbuh pesat. Pasar tradisional menjadi salah stu jantung perekonomian masyarakat. Kedudukan pasar tradisional masih tetap penting dan menyatu dalam kehidupan masyarakat.

Dijelaskan sebenarnya ada dua bentuk pasar secara fisik yang pasti diketahui masyarakat, yaitu pasar secara tradisional dengan adanya pedangang kecil yang mana adanya proses jual-membeli (tawar menawar) dan pasar modern yang sekarang banyak dijumpai di department store yang ada di Mall yang mana hanya terdapat proses membeli saja karena harga yang sudah tertera lebih dulu dan pembeli tidak bisa menawar. 

Melihat keadaan ekonomi kota yang tumbuh sehingga pasar tumbuh pesat. Penuturan dari Bapak Ir. Arief bahwa pasar di Jakarta memiliki 153 lokasi pasar dengan kurang lebih sudah mencapai seratus ribu pedagang UMKM. Seiring pergerakan pertumbuhan ekonomi, kehidupan, kebutuhan serta keinginan masyarakat semakin berubah sehingga terciptanya minimarket.

Perunda Pasar Jaya sampai saat ini masih me-managepedagang-pedagang kecil yang sudah melebihi sepuluh ribu pedagang agar dapat mengurangi budaya usaha kaki lima yang mana lahir karena budaya pembeli yang tidak mau pusing dan lebih suka praktis. Hal inilah yang menjadi tantangan pemerintah dalam meng-handle pasar di Jakarta, bagaimana pemerintah dapat mengatur dan menyiapkan usaha kecilini ditampung dan menyiapkan prasarana sehingga masyarakat dengan ekonomi kecil bisa tumbuh.

Kekhawatiran mulai terjadi karena kaum milenial saat ini yang sudah susah sekali untuk ke pasar terutama ke pasar tradisional. Padahal pasar-pasar ini lah juga sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu akhirnya terciptanya pasar yang relate dengan anak muda contohnya seperti Pasar Santa yang kebanyakan dikembangakan oleh anak muda juga pemerintah menciptakan inovasi sedemikian rupa sehingga teman-teman milenial mau masuk dan bergabung dan mengetahui mengenai industry pasar rakyat. Disinilah generasi dikembangkan untuk lebih maju dan berpikir kedepan.

 

Jakarta, 24 Maret 2019- Sejumlah mahsiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Bakrie menyelenggarakan  Guest Lecture, Seminar, dan Talk show dalam rangka menyambut kerja sama anatar Indonesia dan Korea Selatan ke 45 atau dapat disebut juga dengan South Korean Day. Kegiatan berlangsung di Oval Epicentrum, Jakarta Selatan. Kegiatan ini ditujukan untuk pemuda usia 15 hingga 30 tahun, yang tertarik terhadap hubungan diplomasi antar kedua negara serta menyukai kebudayaan Korea Selatan dan Indonesia.

Kegiatan mengusung tema “45 tahun memperingati hubungan diplomatik Korea Selatan dan Indonesia” menghadirkan para ahli dari Dubes Korea, Pengamat Hubungan Internasional, Akademisi , CEO Ali & Ali Consulting, Gojek Indonesia, & Owner Dresssofi. Selain Guest Lecture dan talk show, acara ini dimeriahkan oleh The Overtunes, Wendy Fajriah finalis Raising Star , dan komunitas seni pemuda yang menampilkan K pop dance cover yang bernama SayCrew.

 

Sebanyak 200 peserta hadir dalam kegiatan ini. Mereka dilibatkan dalam dua sesi acara. Pertama, talk show untuk mendiskusikan mengenai peran seni dalam melawan pesan-pesan berbahaya/dangerous narratives yang diberikan oleh Mr Kim Hakjo sebagai The Head of Political Section of The South Korean Embassy. Kedua, workshop dalam bentuk mentorship dari Para Expertises di bidang Ekonomi untuk menuangkan gagasan-gagasan ekonomi kepada para peserta ke dalam bentuk karya yaitu membuktikan betapa banyaknya peluang bagi para pemuda di Indonesia untuk dapat bersaing dalam menciptakan produk yang dapat menyaingi produk-produk dari Korea Selatan. Workshop terbagi dari tiga sumber yaitu dari Bapak Teuku Rezansyah sebagai seorang pengamat Hubungan Internasional, Bapak M. Badaruddin sebagai seorang Akedemisi, & Mr. Ali An Sun Geun sebagai CEO Ali & Ali Consulting. Para peserta sangat kondusif dalam mengikuti workshop ini dengan banyaknya pertanyaan yang diberikan kepada para narasumber. Hal ini dapat dijadikan bukti bahwa anak-anak muda saaat ini sudah mulai tertarik dalam perkembangan ekonomi negara kita dan bagaimana terjalinya kerjasama ekonomi antar Indonesia dengan Korea Selatan.

Berlanjut pada Talkshow dalam acara ini membahas tentang “Economic Diplomacy Between Indoesia - South Korea” dan “Young Entrepreneurs in Digital Era” dimana hal ini membahas, bagaimana Indonesia bisa mempelajari bagaimana untuk membuka usaha di Korea Selatan, sebagaiman Korea yang mampu membuka berbagai bentuk usaha yang ada di Indonesia. Pembahasan ini berfokus pada bidang perekonomian, baik Indonesia maupun Korea Selatan serta bagaimana pemuda bisa memanfaatkan peluang diera digital untuk membuka usaha. Diharapkan kegiatan ini dapat mengedukasi para pemuda mengenai hubungan diplomasi antara Indonesia dan Korea Selatan serta dapat membuka peluang usaha dalam hubungan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Korea di era digital ini.

 

HMILPOL-UB merupakan organisasi mahasiswa Program Studi Ilmu Politik yang berbasis pengembangan profesi dan keilmuan. Untuk itu, dalam menjalankan fungsinya, HMILPOL-UB mengadakan berbagai macam acara dan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas para mahasiswa di Program Studi Ilmu Politik, salah satunya yaitu acara International Day, yang pada tahun ini mengangkat tema South Korean Day.

 

Kumpulan mahasiswa Ilmu Politik Universitas Bakrie yang tergabung dalam Foreign Policy Community Local Chapter Universitas Bakrie bekerja sama dengan Generasi Melek Politik mengadakan acara open house program studi Ilmu Politik Universitas Bakrie yang bertajuk “HIPPOCAMPUS: Hubungan Internasional – Public Policy Open Campus.” Acara ini digelar di Universitas Bakrie pada Sabtu (12/8/2017) dan diikuti oleh siswa-siswi Sekolah Mengengah Atas (SMA).

Selengkapnya...

Jakarta, Rabu (28/12). Sebagai salah satu bentuk nyata dari slogan “Experience The Real Things”, Program Hubungan Internasional, Universitas Bakrie (UB) melakukan kolaborasi dengan mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta. Kali ini, kedatangan mahasiswa UMB ke UB dalam rangka menggelar kegiatan seminar dan diskusi bertema “Sehat Bermedia (Televisi dan Media Online)”.

Selengkapnya...

Jakarta, Universitas Bakrie menggelar kuliah terbuka dari Program Studi Hubungan Internasional. Kegiatan ini sekaligus bertujuan untuk mengenalkan gambaran umum mengenai pembelajaran yang dilakukan pada prodi HI. Acara ini berlangsung pada Selasa, 3 Mei 2016. Kegiatan ini berlangsung di ruang 1 Universitas Bakrie yang diikuti oleh sekitar 50 anak SMA yang tersebar dari beberapa wilayah ibu kota.

Selengkapnya...

Sistem pengelolaan sampah yang baik harus dimulai dengan dengan menggabungkan berbagai disiplin ilmu, sistem yang didesain berdasarkan ilmu yang bisa dipelajari di program studi Teknik Lingkungan, Universitas Bakrie

Sri Bebassari

President of InSWA (Indonesia Solid Waste Association)

coming up event