Kamis 14 Maret 2013 yang lalu, diadakan diskusi dengan Bapak Tresna Darmawan Kunaefi atas inisiatif Prodi Teknik Lingkungan Universitas Bakrie

Diskusi ini mengundang perwakilan dari Yayasan Pendidikan Bakrie, pihak  rektorat Universitas Bakrie, dekanat Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, dekanat Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial, para Ketua Prodi dan sejumlah dosen di lingkungan Universitas Bakrie, serta perwakilan mahasiswa. Diskusi ini bertema “Membangun Karakter Lulusan Universitas Bakrie” yang bertempat di Ruang 07 Kampus Universitas Bakrie. Bapak Tresna telah berkecimpung di bidang pendidikan selama lebih dari 20 tahun. Beliau pernah menjabat menjadi anggota Tim KBK Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen DIKTI, Duta Besar RI untuk UNESCO, Direktur Akademik Ditjen DIKTI, Koordinator Kopertis Wilayah IV dan Wakil Rektor ITB. Saat ini, Beliau masih aktif di lingkungan Dikti, mengajar di Prodi Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung dan menjadi anggota aktif berbagai organisasi, yaitu di antaranya Ikatan Ahli Teknik Lingkungan Indonesia (IATPI) dan Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Dalam diskusinya, Beliau menyatakan bahwa selain prestasi akademis, prestasi non-akademik (soft skills) harus dikembangkan dan diperhatikan. Maka dari itu, universitas harus memfasilitasi kegiatan tersebut. Dalam proses memfasilitasi kekmampuan soft skills mahasiswa, diperlukan koordinasi yang baik antar pimpinan dengan staf. Oleh karena itu, penting untuk diadakan pertemuan secara rutin antara pimpinan dengan staf, agar penyampaian informasi lebih mudah dan evaluasi kegiatan dilakukan secara berkala. Selain itu, Beliau juga menekankan bahwa penyusunan kompetensi lulusan Universitas harus disesuaikan dengan kompetensi dunia kerja, sehingga lulusan akan mampu dengan mudah untuk menyesuaikan diri dengan dunia kerja saat selesai menyelesaikan studinya. Hal ini juga didukung dengan penguasaan ilmu sosial untuk diimplementasikan dalam kegiatan yang non sosial, seperti bidang engineering. Diharapkan nantinya, lulusan universitas menjadi paket yang lengkap sesuai dengan bidangnya. Beliau pun menekankan pentingnya untuk membangun karakter mahasiswa. Untuk membangun karakter mahasiswa, tidak dapat diberikan secara instruksional, melainkan terapkan long life education system, yaitu dengan cara memberi contoh yang baik bukan hanya sekedar kata-kata atau aturan yang disampaikan. Knowledge, skill dan attitude adalah hal penting untuk diperhatikan dan dimiliki oleh setiap orang. Saatnya berubah pola pikir dari ‘apa yang akan diajarkan kepada mahasiswa’ menjadi ‘kemampuan apa yang akan dimiliki peserta didik’. Diskusi dengan Bapak Tresna ini memberikan banyak masukan kepada Universitas Bakrie. Universitas Bakrie, dahulu merupakan Bakrie School of Management. Perubahan status dari sekolah tinggi menjadi universitas tentunya merubah beberapa sudut pandang, terutama penanaman nilai-nilai karakter pada peserta didik. Diharapkan setelah diskusi ini, para pengajar di Universitas Bakrie dapat berkolaborasi bersama-sama dalam memberikan teladan yang baik untuk pembentukan karakter mahasiswa.