fbpx

ilmu politik

  • 12TH WEBINAR FROM HOME : ASIA PACIFIC TRANSFORMATION IN POST COVID-19

    Pandemi COVID-19 menjadi suatu tantangan yang tengah dihadapi oleh seluruh negara di dunia yang mempengaruhi jalannya kehidupan diberbagai sektor, salah satunya ialah dunia bisnis. Para pebisnis harus tetap melakukan berbagai inovasi agar tetap dapat bertahan. Oleh karena itu, Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPkM) dan Program Studi Ilmu Politik Universitas Bakrie mengadakan webinar yang bertemakan Asia Pacific Transformation in Post COVID-19pada Selasa, 24 November 2020 melalui aplikasi Zoom dan Live on YouTube: Universitas Bakrie.

    Pada webinar kali ini, Universitas Bakrie mengundang Ir. Bambang Susantono, MCP, MSCE, Ph.D., Vice President Asian Development Bankyang akan membahas mengenai Establishing Sustainable Economic Copperation in Asia Pacific beyond the COVID-19 pandemic dan Diah Satyani Saminarsih, M.Sc., Senior Advisor on Gender and Youth to the WHO Director General.

    Ir. Bambang Susantono, MCP, MSCE, Ph.D., Vice President Asian Development Bank mengatakan bahwa kita harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi keadaan next normal,yaitu memperhatikan Kota sebagai mesin pertumbuhan ekonomi dan inovasi, mendukung perkembangan UMKM, mengintegrasikan social protection, social safety net,pendidikan dan kesehatan,serta integrasi kemajuan teknologi digital kedalam perencanaan kedepan.

    “Suatu negara biasanya lebih sering memperhatikan pembangunan fisik, misalnya infrastrukur pembangunan tol dan sebagainya, diharapkan untuk kedepan kita harus mengimbangi dalam hal social infrastructure sehingga akan menjaga ketahanan negara dari shockseperti pandemi COVID-19 saat ini,” ujarnya.

    Pada sesi berikutnya, hadir pula Diah Satyani Saminarsih, M.Sc., Senior Advisor on Gender and Youth to the WHO Director General dengan pembahasan tentang Strengthening Global Health Collaboration in Asia Pacific beyond the COVID-19 pandemic.

    Menurutnya, kita tidak bisa melihat permasalahan kesehatan di Asia Pacific, nasional, maupun dunia hanya pada saat pandemi COVID-19, kita juga harus melihat permasalahan saat masa sebelum pandemi.

    “Sebelum adanya COVID-19 ini, banyak permasalahan yang belum terselesaikan seperti meningkatnya berbagai penyakit kronis, kurangnya pemahaman masyarakat mengenai kesehatan dan lain sebagainya, untuk bisa keluar dalam permasalahan hal itu diperlukan evidence yang mendorong adanya layanan kesehatan primer yang transformatif,” ujarnya.

    Beliau juga mengungkapkan bahwa ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan kesehatan dengan cara non kesehatan yaitu melalui komitmen politik, arah kebijakan nasional dan reformasi peraturan tentang pembangunan sektor kesehatan, hukum sub-nasional tentang sistem kesehatan, kolaborasi multi sektor, pentahelix approach, serta keterkaitan kebijakan ekonomi, sosial budaya, komersial, dan lingkungan.

     

  • DAMPAK RUU MINERBA DISAHKAN, APA MANFAATNYA BAGI MASYARAKAT

    Pada hari Jum’at tanggal 13 Desember 2019 Program Studi Ilmu Politik Universitas Bakrie mengadakan seminar di ruang 1 - 2. Seminar tersebut bertema Diskusi Publik RUU Minerba dan Masa Depan Tata Kelola Sektor Pertambangan di Indonesia. Prodi Ilmu Politik Universitas Bakrie turut mengundang Asmiati Abdul Malik, S.i.P., S.Kom., M.A., Ph.D dari Dosen Ilmu Politik Universitas Bakrie, Aryanto Nugroho dari Advocacy and Program Development Manager PWYP Indonesia, dan Muhammad Ichsan dari Peneliti Indonesian Parliamentary Center sebagai narasumber.

  • GUEST LECTURE PROGRAM STUDI ILMU POLITIK “ORIENTASI KEBIJAKAN LUAR NEGERI AMERIKA SERIKAT PASCA PILPRES 2020”

    Program Studi Ilmu Politik Universitas Bakrie mengadakan Guest Lecture dengan tema “Orientasi Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat Pasca Pilpres 2020” yang diadakan secara virtual menggunakan aplikasi Zoomdan disiarkan secara langsung melalui YouTubeUniversitas Bakrie pada 04 November 2020 lalu.

    Guest Lectureyang dilaksanakan oleh prodi ilmu politik yang dihadiri oleh narasumber, Afrimadona, Ph. D selaku Peneliti Senior Lembaga Nirbala Pengkajian Opini Publik Populi Center dan moderator, Yudha Kurniawan, S.Sos., M.A. selaku Dosen Ilmu Politik Universitas Bakrie.

    Dalam webinar kali, beliau memaparkan materi mengenai “Orientasi Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat Pasca Pilpres 2020” .Terlebih dahulu beliau menjelaskan serta mendiskusikan mengenai kebijakan luar negeri AS Pasca pemilu 2020 secara umum serta indikasi bagi kebijakan luar negeri. Mengenai proses seleksi pemilihan president secara popular votes vs electoral votes,dan metode voting.

    Menurutnya terdapat perbedaan dari kedua calon president AS dari cara pandang melihat dunia. Trump lebih cenderung melihat dunia itu secara  konfliktual, sedangkan Biden itu lebih kooperatif.

    Membahas mengenai Partai politik di amerika serikat seperti republik dan demokrat mempunyai pengaruh yang cukup penting bagi foreign policy. Karena merupakan keterkaitan dengan kebijakan dalam negara AS berikutnya, seperti komposisi partai politik di senat maupun di kongres.

    Kegiatan guest lecture yang dilakukan oleh ilmu politik ini, mendapatkan banyak antusias dari dosen, mahasiswa Universitas Bakrie dan juga para anggota yang bergabung dalam kegiatan.

  • GUEST LECTURE PROGRAM STUDI ILMU POLITIK “PENGGUNAAN TEORI HUBUNGAN INTERNASIONAL DALAM ANALISIS POLITIK LUAR NEGERI (FOREIGNERS POLICY ANALYSIS)”

     

    Program Studi Ilmu Politik Universitas Bakrie mengadakan Guest Lecture yang bertemakan ‘Penggunaan Teori Hubungan Internasional dalam Analisis Politik Luar Negeri (Foreigners Policy Analysis)’ yang diadakan secara virtual menggunakan aplikasi Zoomdan disiarkan langsung melalui YouTubeUniversitas Bakrie pada 5 November 2020 lalu.

    Guest Lecturekali ini diisi oleh Mohammad Rosyidin, Penulis Buku Teori-teori Hubungan Internasional sekaligus Dosen Hubungan Internasional Universitas Diponegoro.

    Dalam webinar kali, beliau memaparkan materi mengenai ‘Analisis Kebijakan Luar Negeri: Suatu Pengantar Praktis’. Terlebih dahulu beliau menjelaskan bahwa analisis bukanlah mendeskripsikan fenomena, melainkan mengurai atau memecah suatu masalah yang menjadi bagian-bagian kecil yang saling berhubungan. Sedangkan teori ialah suatu pernyataan umum yang menggambarkan suatu fenomena atau realitas.

    Menurutnya, ada beberapa kriteria menganalisis yang baik. Yang pertama ialah memahami problematika kasus dengan jelas.

    “Kriteria menganalisis yang baik yang pertama ialah Anda bisa merumuskan problematika dengan jelas, artinya Anda memahami pertanyaan yang ingin Anda jawab dalam suatu kasus, terutama pertanyaan yang sifatnya why,” ujarnya.

    Selanjutnya, kriteria analisis yang baik ialah landasan teori yang relevan dan mengandung argumen yang testable and falsifiable,analisis yang tajam (data melimpah dan valis, mampu menunjukkan jalinan narasi yang koheren antara argumen dan data), serta ditulis dengan kaidah akademik yang terorganisir.

    Guest Lecture yang dipandu oleh Muhammad Tri Andika Kurniawan, S.Sos, M.A., Dosen Program Studi Ilmu Politik sekaligus Wakil Rektor II Universitas Bakrie ini dihadiri pula oleh Aditya Batara Gunawan, S.Sos, M.Litt., Ketua Program Studi Ilmu Politik Universitas Bakrie dan juga mahasiswa-mahasiswi Prodi Ilmu Politik Universitas Bakrie.

  • Jakarta International Model United Nations 2021 Gandeng Universitas Bakrie Sebagai Partner Utama

    Dalam rangka Hari Ulang Tahun DKI Jakarta yang ke-494 tahun, Jakarta International Model United Nations 2021 dan Universitas Bakrie ingin mengucapkan, Dirgahayu Jakarta! Jakarta International Model United Nations (“JMUN”) merupakan konferensi Model United Nations (“MUN”) internasional di Indonesia yang didirikan oleh Indonesian Students Association for International Studies (“ISAFIS”) pada tahun 2011.

    JMUN dikenal sebagai konferensi MUN berskala Internasional dikarenakan partisipasi delegasi dan chair (juri) yang berasal dari berbagai negara di dunia. Dalam acara ini, para peserta akan melaksanakan kompetisi dalam bentuk debat dan diskusi yang dapat mengasah kemampuan diplomasi dan negosiasi dengan juga menambah wawasan para peserta mengenai budaya Jakarta. Tidak hanya itu, sebagai konferensi MUN ini berskala Internasional, JMUN dapat menjadi wadah bagi para peserta untuk memperluas jaringan sesama peserta yang berasal dari berbagai negara di dunia ini. Negara-negara yang yang telah mengikuti JMUN antara lain, USA, UK, India, New Zealand, Australia, Malaysia, Singapore, Laos, Philippine, Thailand, Gana, dan lain-lain.

    Tahun ini, JMUN bergandengan dengan Program Studi Ilmu Politik Universitas Bakrie sebagai partner utama. “Universitas Bakrie sangat senang bisa berkolaborasi dengan ISAFIS dalam pelaksanaan JMUN 2021. Hal ini selaras dengan komitmen Universitas Bakrie sebagai kampus yang peduli dengan diskusi dan upaya pencapaian UN SDGs (Sustainable Development Goals) di kalangan generasi muda,” ucap Aditya Batara Gunawan, S.Sos, M.Litt Kaprodi Ilmu Politik Universitas Bakrie.

    JMUN akan diadakan pada tanggal 13-15 Agustus 2021 dengan membawakan tema besar “Redefining the Global Megatrends: Weaving Unity and Enhancing Adaptability”. Tema ini berdasarkan perubahan-perubahan dan perkembangan yang sedang dihadapi oleh masyarakat di seluruh dunia yang berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan.

    “Isu-isu di dunia itu saling berkaitan walaupun aspeknya beragam, seperti lingkungan, sosial, politik, dan ekonomi, sehingga dikenal istilah ‘Global Megatrends’”. Dengan adanya pandemi COVID-19, dan perkembangan-perkembangan baru, isu-isu ini semakin rumit. Oleh karena itu, penting untuk mendefinisikan ulang Global Megatrends tersebut dengan meneguhkan persatuan serta meningkatkan kemampuan beradaptasi, demi kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok dunia,” ujar Ghina Raihanah, selaku Secretary General of JMUN 2021.

    Tema besar tersebut akan dibahas melalui topik-topik tertentu dalam 9 council, yaitu antara lain ECOFIN, UNICEF, UN-Habitat, UNHRC, UNSC, SPECPOL, ICAO, UNCA, dan CRISIS. Selain itu, JMUN 2021 juga akan bekerja sama dengan Abang None Jakarta Barat dan Paskibraka DKI Jakarta. “Sebagai bagian dari Purna Paskibraka DKI Jakarta, saya telah dilatih untuk menjadi pribadi yang mengenal dan menghargai budaya Jakarta. Hal tersebut mendorong saya untuk membantu menyebarkan budaya Jakarta melalui JMUN 2021. Inilah yang kami ingin promosikan melalui konferensi kami. Untuk mewujudkannya, kami bekerja sama dengan organisasi dengan tujuan yang sama, seperti Abang None Jakarta Barat dan Paskibraka DKI Jakarta,” ujar Ghina Raihanah, selaku Secretary General of JMUN 2021.

    Pada hari ulang tahun Jakarta yang ke-494 tahun ini, Jakarta membawa tema besar ‘Jakarta Bangkit’. Tema tersebut memiliki arti, yaitu Jakarta akan terus bangkit dalam menghadapi rintangannya, seperti pandemi COVID-19. Tema tersebut juga berhubungan dengan keputusan JMUN 2021 untuk melaksanakan acaranya secara daring atau online untuk mencegah persebaran virus COVID-19. Walaupun demikian, pelaksanaan teknis yang berbeda oleh JMUN 2021 ini nyatanya dapat memberikan manfaat banyak bagi para peserta.

    “Secara cakupan, pastinya lebih luas jika dilaksanakan secara daring, dan secara biaya pun jauh lebih terjangkau. Hal ini selaras dengan nilai yang dibawa oleh JMUN 2021, yakni ‘Encompassing’, yang berarti meliputi semua kelompok, terlepas dari latar belakang mereka. Dengan nilai ini, JMUN 2021 juga mencetuskan “JMUN Scholarship”, dimana kami akan memberikan beberapa slot gratis untuk seseorang yang memiliki keinginan tinggi untuk menyelesaikan isu-isu di dunia, tetapi terhalang secara ekonomi,” lanjut Ghina Raihanah.

    JMUN 2021 pada saat ini sedang mengadakan registrasi tahap normal atau Regular Phase Registration yang dapat diakses baik pelajar maupun mahasiswa dari berbagai negara di dunia melalui official website JMUN 2021. Terhitung pada saat ini, JMUN 2021 telah berhasil mengumpulkan kurang lebih 250 peserta, yang berasal dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Malaysia, Belanda, Pakistan, Australia, Singapura, Vietnam, India, Jepang, Filipina, Italia, Taiwan, Thailand, hingga Amerika Serikat Dalam rangka memperingati hari ulang tahun Jakarta, kami ingin mengajak para pemuda dan pelajar dari seluruh dunia untuk mengapresiasi dan melestarikan budaya Jakarta dengan berpartisipasi dalam JMUN 2021!

  • PEOPLE OF UBAKRIE "DHARMAN, MAHASISWA YANG MELAWAN SEGALA KETERBATASAN DENGAN PRESTASI"

    Mengenal Dharman, Mahasiswa yang Melawan segala keterbatasan dengan motivasi.

     

    Beberapa waktu yang lalu, kami ngobrol bareng Dharman, mahasiswa Ilmu Politik semester 7 dengan konsentrasi Hubungan Internasional yang telah meraih banyak prestasi selama tahun 2020 kemarin, baik yang berskala nasional maupun internasional.

    sebagai bentuk perkenalan yang lebih mendalam, kami pun mewawancarainya dengan berbagai pertanyaan dan berikut highlight dari jawaban-jawaban Dharman. Silakan membaca!

    Pengalaman berkuliah di U-Bakrie

    Hal yang paling berkesan buat saya adalah dapat merasakan 3 atmosfer kampus yang berbeda. Bakrie Tower dengan nuansa kantornya, Plaza Festival dengan nuansa mall-nya, serta Rasuna Office Park dengan nuansa apartemennya.

    Kuliah di jurusan dengan kurikulum hybrid bersama dosen-dosen yang merupakan praktisi di bidangnya juga adalah hal yang berkesan sekaligus membanggakan buat saya.

    Unit Kegiatan Mahasiswa di U-Bakrie menjadi bagian terpenting dari proses pengembangan diri saya hingga saat ini. Di sini adalah tempat saya bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang serta cerita dengan satu frekuensi, satu semangat, dan bermotivasi tinggi.

    Hal lain yang tidak kalah penting tentunya lingkungan U-Bakrie yang sangat strategis di segitiga emas ibukota, sehingga relasi dan berbagai kesempatan yang saya dapatkan jauh lebih luas dari yang pernah saya bayangkan.

     

    Pengalaman kompetisi paling berkesan

    Saya selalu mencoba untuk mengikuti berbagai macam kegiatan yang berdampak positif bagi perkembangan saya. Mulai dari kegiatan dan organisasi di internal atau eksternal kampus, hingga ikut kompetisi menulis essay dan lomba debat.

    Yang paling berkesan adalah ketika selama pandemi ini, justru hasil kompetisi yang saya dapatkan berbuah manis. Mulai dari menjadi perwakilan nasional pada NUDC 2020, juara 2 di KODE 2020, perwakilan Jawa ke tingkat nasional pada ISDC 2020, hingga berhasil melaju di beberapa lomba debat lainnya di tingkat internasional.

     

    Tentang melawan keterbatasan

    Saya datang dari latar belakang keluarga yang tidak begitu beruntung dalam hal kesempatan mengenyam pendidikan yang layak. Namun hal itu menjadi motivasi tersendiri untuk saya tetap maju di segala kondisi dan kesempatan.

    Saya sudah mulai aktif berkegiatan dan berorganisasi sejak SD, sudah mulai tinggal sendiri dan bekerja paruh waktu sejak SMP, dan mulai menjadi guru les privat sejak SMA. Hingga hari ini, semangat dan motivasi yang sama masih tetap menjadi alasan untuk saya tetap berjuang dan berproses.

     

    Mindset yang perlu diterapkan mahasiswa

    Saya selalu percaya bahwa segala sesuatu terjadi bukan tanpa alasan. Apapun itu, kita selalu bisa memberinya makna, baik hal yang positif maupun negatif. Semua tergantung bagaimana kita mempersepsikannya.

    Berpikiran terbuka, mau mencoba, mau dikritik, mau bangkit, dan terus berproses adalah mindset yang menurut saya sangat penting untuk dimiliki.

     

    Pesan untuk marooners

    Berhubung saat ini masih bulan pertama di tahun yang baru, tidak ada salahnya untuk menuliskan resolusi yang dibarengi dengan refleksi tentunya.

    Apapun mimpi yang saat ini sedang kita genggam, perjuangkan!

    Mau bertumbuh dan berkembang berarti harus mau mencoba, mau dibentuk, dan yang terpenting mau berproses.

    Semoga tahun ini membawa kebaikan untuk kita semua. Dan untuk Universitas Bakrie tercinta, semoga terus menjadi wadah yang baik dan berkualitas untuk mewujudkan cita-cita setiap individu di dalamnya.

    Teruslah berinovasi dan memberi kesempatan yang luas serta inklusif kepada seluruh mahasiswa agar dapat berkembang dan menjadi kebanggaan Universitas Bakrie di masa yang akan datang.

  • POLICY TALK SERIES: BIG DATA ANALYTICS AND PUBLIC POLICY IN INDONESIA

    “Sekarang semakin banyak dukungan agar kebijakan publik lebih gencar didukung oleh data” tutur Mulya Amri, Riset Director Katadata Insight Center (KIC) pada Rabu, 20 Januari 2021 dalam Guest Lecture rutin Program Studi Ilmu Politik Universitas Bakrie, Policy Talk Series: Big Data Analytics and Public Policy in Indonesia.

    Mengapa kebijakan publik harus berdasarkan data? menurut Amri, proses pengambilan kebijakan harus berbasis sebuahevidence (bukti), tidak hanya sebatas opini atau insting. “Data harus dianalisis dan hasilnya dapat dijadikan sebagai dasar yang valid untuk digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan”.

    Oleh karena itu, terciptalah beberapa program di Indonesia yang dengan tujuan untuk mendukung kebijakan publik yang lebih berorientasi pada data. MisalnyaKnowledge Sector Initiative, program ini merupakan kerja sama antara Indonesia dan Australia untuk memperkuat bidang riset, ada juga Pulse Lab Jakarta yang merupakan hasil inisiatif PBB dengan fokus pada analisisbig data

    Pada penghujung pemaparan materi Amri juga menjelaskan banyaknya potensi manfaat dari penggunaan big data, diantaranya: dapat menjawab pertanyaan penting dengan lebih baik, terbangunnya sistemdatabase terpusat, data tervalidasi, kebijakan dapat lebih dipercaya, dapat diterapkan di banyak sektor, hinggacreating a data driven governance.

  • Puncak Jakarta International Model United Nations (JMUN) 2021

     Pada tanggal 13-15 Agustus 2021, Indonesian Students Association for International Studies (ISAFIS) berkolaborasi dengan Prodi Ilmu Politik Universitas Bakrie telah menyelenggarakan Jakarta International Model United Nations (JMUN 2021). JMUN merupakan konferensi Model United Nations (MUN) internasional di Indonesia yang didirikan ISAFIS pada tahun 2011.

    JMUN 2021 membawa tema besar “Redefining the Global Megatrends: Weaving Unity and Enhancing Adaptability” yang didasari oleh perubahan-perubahan dan perkembangan yang sedang dihadapi masyarakat di seluruh dunia yang berpengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan. Dalam acara ini, para peserta telah berhasil melaksanakan kompetisi dalam bentuk debat dan diskusi yang dapat mengasah kemampuan diplomasi dan negosiasi dengan juga menambah wawasan para peserta mengenai budaya Jakarta. Tidak hanya itu, sebagai konferensi MUN ini berskala Internasional, JMUN telah berhasil menjadi wadah bagi para peserta untuk memperluas jaringan sesama peserta yang berasal dari berbagai negara di dunia ini. Tahun ini, JMUN telah berhasil mengumpulkan kurang lebih 400 peserta dan 40 observer yang berasal dari berbagai negara dan institusi, yaitu Malaysia, Singapore, Vietnam, India, Philippine, Netherlands, South Korea, Australia, Japan, USA, Italy, Taiwan, Thailand, Pakistan, Bangladesh, Turkey, dan Qatar.

    JMUN 2021 juga dimeriahkan oleh keynote speaker ternama, yaitu Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta), Satya S. Tripathi (Former Assistant Secretary-General of the United Nations, Secretary-General of the Global Alliance for a Sustainable Planet), Sandiaga Uno (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia), dan Nadiem Makarim (Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi). Dalam Opening Ceremony, acara diawali dengan Panel Discussion bersama Dr. Vivi Yulaswati MSc. (Staf Ahli Menteri PPN Bidang Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan), Dr. Venkatachalam Anbumozhi (Director of Research Strategy and Innovations at the Economic Research Institute for Asia), dan H.E. Armando G. Álvarez (Ambassador of Mexico to Indonesia). Tidak hanya itu, saat Closing Ceremony, JMUN 2021 juga menambah wawasan dan pengetahuan peserta dengan mengundang Selphine Jeanita, B. Ed. MA yang merupakan
    Board Trustee Most and Beyond. JMUN 2021 dilaksanakan dengan membagi peserta ke dalam 9 council yang memiliki fokus masing-masing, yaitu antara lain ECOFIN, UNICEF, UN-Habitat, UNHRC, UNSC, SPECPOL, ICAO, UNCA, dan CRISIS.

    Walaupun JMUN tahun ini dilaksanakan secara daring, JMUN 2021 dinilai sangat berhasil dalam memenuhi objektif acara dan memenuhi ekspektasi para peserta. "Dalam menjalankan sebuah acara, tentu kita akan selalu berorientasi kepada objektif acara tersebut. Terkait JMUN, objektif yang kami pegang teguh adalah memberikan kesempatan untuk pemuda pemudi bertukar pikiran secara kritis, dan mengenalkan budaya-budaya Indonesia, tepatnya Jakarta ke dunia luar. Berdasarkan acara kami kemarin yang berlangsung 4 hari dari pre-event hingga main event, saya pribadi dapat menyimpulkan bahwa JMUN 2021 sudah berhasil memenuhi objektif kami," ujar Ghina Raihanah, selaku Secretary General of JMUN 2021.

  • THE PRESIDENTIAL SPEAKER SERIES " DINAMIKA KOMUNIKASI LEMBAGA KEPRESIDENAN RI TAHUN 2009-2014"

    Program Studi Ilmu Politik Universitas Bakrie telah menyelenggarakan Webinar yang bertemakan The Presidential Speaker Series “Dinamika Komunikasi Lembaga Kepresidenan RI Tahun 2009-2014" pada Kamis, 10 Desember 2020 lalu melalui aplikasi Zoom dan Live pada YouTube Universitas Bakrie.

    Webinar yang dibuka oleh Muhammad Tri Andika Kurniawan, S.Sos, M.A., selaku Wakil Rektor II, dan Ketua Program Studi Ilmu Politik Universitas Bakrie, Aditya Batara Gunawan, S.Sos, M.Litt. Kegiatan yang dipandu oleh Moderator M. Badaruddin, S. Sos., M.Sc.,M.A., Dosen Prodi Ilmu Politik Universitas Bakrie ini turut mengundang Julian Aldrin Pasha, Ph. D., Juru Bicara Kepresidenan RI Tahun 2009-2014 sebagai narasumber.

    Kegiatan ini membahas mengenai nomenclature of spokesperson terkait juru bicara kepresidenan. Juru bicara presiden adalah pejabat yang ditunjuk oleh Presiden dan memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan berbagai komentar resmi atas nama Presiden.

    Menurut Bapak Julian, seorang juru bicara Presiden memiliki posisi yang sangat tinggi (high ranks positions and appointed) dan sangat melekat oleh Presiden. Berbeda dengan Humas, seorang Juru Bicara Presiden memiliki akses lebih untuk dapat memutuskan, memerintahkan sesuatu dalam menyampaikan informasi kepada publik. “Kalau seorang juru bicara tidak memilki akses yang cukup untuk meminta atau memerintahkan sesuatu untuk disupport, hal itu akan menjadikan pemandangan yang tidak lengkap, karena ini bukan bermain drama di depan kamera, tetapi lebih kepada kesiapan yang dimiliki oleh seorang juru bicara,” jelasnya.